Usai Ditetapkan Jadi Raja Badau XII, Paduka Novarianto Ajak Jaga Warisan Budaya Badau

Usai Ditetapkan Jadi Raja Badau XII, Paduka Novarianto Ajak Jaga Warisan Budaya Badau

Tanjungpandan, Diskominfo Belitung – Musyawarah masyarakat Badau menetapkan Paduka Novarianto sebagai Raja Badau XII dalam prosesi penobatan yang dirangkaikan dengan silaturahmi akbar keluarga besar kerajaan Badau, Rabu (21/10/2026), di Museum Badau, Belitung. Penobatan tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan sejarah dan tradisi Kerajaan Badau.

Ketua Panitia Pelaksana, Bastian menyebut bahwa Raja Badau XII tercatat sebagai raja termuda sepanjang sejarah kerajaan tersebut.

“Penobatan ini akan tercatat dalam sejarah bahwa beliau adalah raja termuda sepanjang sejarah Kerajaan Badau, usianya baru 44 tahun dan beliau adalah putra dari Raja Badau ke-11,” ucap Bastian.

Sementara itu, Paduka Novarianto menyebut bahwa amanah sebagai Raja Badau XII bukan sekadar meneruskan garis keturunan, melainkan juga tanggung jawab besar dalam menjaga warisan sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Badau.

“Sebagai keturunan ke-12, saya menyadari sepenuhnya bahwa amanah ini membawa tanggung jawab moral yang besar. Menjaga dan melestarikan sejarah, memastikan akar sejarah, benda pusaka, dan warisan budaya Badau tetap berdiri kokoh sebagai identitas kebanggaan Belitung,” ucap Paduka Nova.

Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Kerajaan Badau dan masyarakat untuk menjadikan momentum penobatan tersebut sebagai upaya memperkuat kembali semangat pelestarian kebudayaan. Menurutnya, keberadaan museum dan situs-situs bersejarah memiliki peran penting dalam memperkenalkan asal-usul daerah kepada generasi muda.

“Mari jadikan momentum pengukuhan ini sebagai penyegaran kembali semangat kebudayaan di tanah Badau. Kita rawat Museum Badau dan situs-situs bersejarah kita agar generasi muda tidak kehilangan jejak asal-usulnya,” pungkas Paduka Nova.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki menyampaikan ucapan selamat kepada Paduka Novarianto atas penobatannya sebagai Raja Badau XII. Marzuki berharap Kerajaan Badau dapat terus berperan dalam menjaga keharmonisan masyarakat serta mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya.

“Kepada Raja Badau yang baru saja dinobatkan, saya ucapkan selamat mengemban amanah yang mulia ini. Kami berharap Kerajaan Badau dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merawat kerukunan dan mempererat tali persaudaraan antar sesama, serta mengembangkan potensi pariwisata budaya,” tutur Marzuki.

Marzuki juga menekankan pentingnya menjaga identitas dan nilai-nilai budaya lokal di tengah pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan pembangunan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap adat istiadat, kebudayaan, dan kelestarian lingkungan.

“Satu hal yang harus kita pegang bersama, bahwasanya kemajuan pembangunan jangan membuat kita kehilangan jati diri. Semakin maju pembangunan, semakin kuat pula penghormatan kita terhadap adat, budaya, dan lingkungan,” tegas Marzuki.

Penobatan Raja Badau XII bukan hanya momentum penting bagi keberlangsungan adat dan tradisi kerajaan, melainkan juga bentuk tanggung jawab bersama antara keluarga besar kerajaan, masyarakat, dan pemerintah daerah untuk menjaga tradisi, merawat situs bersejarah, serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang. (Narasi : AL / Editor : Arlan)