Sinergi Pemkab Belitung dan Bank Indonesia: Akselerasi Transformasi Pariwisata dan Jaga Resiliensi Ekonomi
Tanjungpandan, setda.belitung.go.id – Pemerintah Kabupaten Belitung bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat sinergi strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah. Langkah kolaboratif ini ditegaskan dalam kegiatan Diseminasi Perkembangan, Potensi, dan Outlook Perekonomian yang berlangsung di Ballroom La Lucia Boutique Hotel, Selasa (9/6) 2026. Acara tersebut menghadirkan Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, sebagai nara sumber utama dengan memaparkan materi mengenai kondisi terkini dan strategi pengembangan pariwisata Belitung.
Dalam paparannya, Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat menyampaikan bahwa Belitung saat ini sedang berada di tengah fase transformasi besar, beralih dari daerah yang dulunya sangat bergantung pada sektor pertambangan menuju kawasan berbasis pariwisata, ekonomi kreatif, dan pembangunan yang berkelanjutan. Sektor pariwisata dinilai menjadi keunggulan sekaligus penggerak utama ekonomi yang mampu memberikan dampak luas bagi investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi kreatif. “Transformasi ini membutuhkan keberanian serta kerja keras lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi keindahan alam, kekuatan budaya, dan kreativitas tinggi yang dimiliki oleh masyarakat Belitung”, ujar Djoni.
Terkait dengan tantangan konektivitas, Pemerintah Kabupaten Belitung mengambil langkah berani dengan menegaskan bahwa pembukaan jalur udara internasional tidak perlu menunggu seluruh infrastruktur daerah siap secara sempurna. Langkah nyata telah diwujudkan melalui kolaborasi bersama Singapore Tourism Board untuk menjadikan Singapura sebagai hub penerbangan wisatawan mancanegara, yang ke depannya akan diperluas dengan rencana pembukaan rute penerbangan langsung ke Malaysia.
Dengan momentum pertumbuhan kunjungan wisatawan, tantangan utama saat ini bukanlah mahalnya harga tiket (pricing), melainkan bagaimana menjaga konsistensi tingkat keterisian penumpang (occupancy rate) serta memperkuat kemampuan kolektif dalam memasarkan potensi daerah. “Berbeda dengan Destinasi Super Prioritas lain yang didukung penuh oleh anggaran triliunan dari Pemerintah Pusat sejak awal, pariwisata Belitung terbukti mampu tumbuh secara mandiri dan organik melalui pergerakan investasi sektor swasta terlebih dahulu”, lanjutnya.
Untuk memastikan keberlanjutan sektor pariwisata ini, Pemerintah Kabupaten Belitung telah mendesain integrasi program kerja antar Perangkat Daerah agar para pelaku usaha tidak berjalan sendirian. Dinas Pariwisata bertindak sebagai komando utama dalam menentukan target kunjungan, kalender acara, paket wisata, serta penguatan branding daerah yang menonjolkan aspek ketenangan, keamanan, dan kualitas udara terbersih untuk relaksasi psikologis wisatawan. Di sisi lain, dinas pendukung seperti; Dinas PUPR dikerahkan untuk melakukan penataan kawasan pantai, akses wisata, serta perbaikan lampu-lampu jalan kota.
“Selain integrasi Perangkat Daerah, Pemerintah Daerah juga terus mengupayakan koordinasi dengan Pemerintah Pusat guna mendorong berbagai rencana strategis, mulai dari revitalisasi kawasan Tanjung Pendam sebagai maskot kota, penataan jalur Bundaran Batu Satam, hingga pengembangan fasilitas pelabuhan dan bandara”, pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy, menyatakan bahwa Bank Indonesia berkomitmen penuh memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi ekonomi tersebut. “Guna menjaga stabilitas harga, BI secara konsisten menggalakkan Gerakan Pengendalian Inflasi serta memperluas Kerja Sama Antar Daerah untuk menjaga pasokan pangan”, ujar Rommy.
Di sisi lain, UMKM diposisikan sebagai pilar utama perekonomian sehingga BI aktif memberikan panggung promosi agar mereka dapat naik kelas (go digital dan go export) melalui berbagai ajang ekonomi syariah, baik di tingkat regional maupun internasional seperti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). “Dukungan terhadap UMKM ini diperkuat dengan penyediaan sistem informasi profil usaha untuk mempermudah akses pembiayaan perbankan, pelatihan pencatatan keuangan, serta program kemandirian ekonomi berbasis pesantren melalui Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN)”, jelasnya. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Belitung) Foto/Narasi: Dafry Editor: Fradika Redaktur: Nora
Sumber : Sekretariat Daerah Kab. Belitung
