Hingga Agustus 2026 BPBD Catat 202 Kejadian Karhutla, Masyarakat Diminta Waspada
Tanjungpandan, Diskominfo Belitung – Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Belitung terus menjadi perhatian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung mencatat sebanyak 202 kejadian karhutla sejak Januari hingga 16 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung, Zainal Harison, mengatakan jumlah tersebut tersebar di sejumlah wilayah dengan tingkat kejadian yang berbeda-beda. Zainal menyebut bulan agustus menjadi bulan dengan catatan Karhutla tertinggi sejak bulan Januari 2026.
“Berdasarkan catatan BPBD, sejak Januari hingga 16 Agustus 2026 tercatat sebanyak 202 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jumlah kasus tertinggi terjadi pada Agustus yang tercatat 69 kejadian hingga 16 Agustus 2026,” ucap Zainal saat diwawancarai, Kamis (20/8/2026).
Ia menyebut sejumlah wilayah yang cukup sering mengalami Karhutla, di antaranya Sijuk, Air Ranggong, Dukong, Sungai Samak, Pegantungan, dan Juru Seberang.
“Lokasi yang paling sering terjadi Karhutla berada di beberapa wilayah, yaitu Sijuk, Air Ranggong, Dukong, Sungai Samak, Pegantungan, dan Juru Seberang,” ujar Zainal.
Menurut Zainal, kondisi cuaca dan lahan yang kering turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar sampah, terutama pada siang hari. Kalau memungkinkan, sampah-sampah sebaiknya tidak dibakar terlebih dahulu, karena dalam kondisi cuaca seperti sekarang, api sangat mudah menyebar, terlebih ketika tertiup angin,” pungkas Zainal.
Untuk mendukung penanganan karhutla, BPBD Kabupaten Belitung memiliki dua unit kendaraan operasional, satu mobil tangki suplai dan satu kendaraan penyelamatan berupa mobil Triton.
“Untuk armada, kami memiliki dua unit kendaraan Ayaxx, satu mobil tangki suplai dan satu kendaraan untuk penyelamatan, yaitu mobil Triton. Namun, khusus pada musim kemarau, mobil tangki suplai tersebut juga dapat digunakan untuk membantu pemadaman kebakaran,” jelas Zainal.
BPBD Kabupaten Belitung berharap peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat membantu menekan angka kejadian karhutla dan mencegah meluasnya kebakaran di wilayah tersebut. (Narasi : AL / Editor : Arlan)
