Hari Pertama Penerapan Pemisahan Pengisian BBM, Wabup Belitung Tinjau Langsung Ke Sejumlah SPBU
Tanjungpandan, Diskominfo Belitung – Pemerintah Kabupaten Belitung bersama PT Pertamina Patra Niaga dan unsur terkait melakukan peninjauan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Belitung, Senin (21/9/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil rapat evaluasi terkait ketersediaan dan penyaluran BBM pada Jumat lalu.
Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menyebut bahwa peninjauan dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik. Ia juga mengimbau masyarakat umum agar tidak melakukan pengisian BBM secara berulang.
”Hasil dari peninjauan kita pada hari ini, kita himbau saudara-saudara kita yang umum, agar tidak perlu ngisi berulang. Kemudian juga sudah saya sampaikan kepada saudara-saudara kita yang pengerit, nanti kita arahkan, kita siapkan waktunya untuk mereka ngerit,” ucap Syamsir.
Menurutnya, pengaturan waktu bagi para pengerit diperlukan agar tidak mengganggu masyarakat umum yang hendak mengisi BBM di SPBU.
”Jadi misalnya jadwal pengerit malam hari, pagi sampai sore enggak boleh ganggu yang umum, kita komitmen saja di situ. Kita komitmen sesuai datanya berapa, kemudian kami minta untuk menyalurkan ke pengecer, jangan sampai bukan ke pengecer,” tambah Syamsir.
Syamsir juga meminta Pertamina mengatur waktu pembongkaran BBM agar dapat dilakukan pada sore hingga malam hari. Dengan demikian, operasional SPBU pada pagi hari diharapkan dapat berjalan secara serentak.
”Dan kami juga minta kepada Pertamina, kalau dapat pembongkarannya itu sore sampai malam, sehingga di saat pagi seluruh operasi SPBU serentak jam 07.00,” pungkas Syamsir.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung, Rafli Alhaq menyampaikan bahwa pihaknya telah meningkatkan pasokan BBM untuk wilayah Belitung dan Belitung Timur.
”Untuk Belitung dan Belitung Timur kita sudah tingkatkan hingga 324 KL, di mana biasanya untuk suplai normal sekitar 240 KL. Jadi peningkatan ini harapannya dapat membantu ketersediaan stok di masing-masing SPBU, khususnya Pertalite,” ucap Rafli.
Rafli menjelaskan, peningkatan pasokan tersebut dilakukan untuk membantu menjaga ketersediaan stok BBM di SPBU, khususnya Pertalite. Namun, kondisi antrean yang terjadi di lapangan tetap akan menjadi bahan evaluasi bersama.
”Terkait dengan hari ini, kami akan evaluasi situasi di lapangan. Kita perlu memaklumi efektivitas dari sebuah kebijakan, memang ada dampak dari panic buying ataupun lainnya, sehingga berdampak terhadap antrean hari ini. Namun kita pastikan penyaluran hari ini sudah sesuai,” jelas Rafli
Rafli juga mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya. Dirinya berharap masyarakat tidak melakukan pembelian untuk kemudian dijual kembali maupun menggunakan BBM di luar kendaraan yang menjadi peruntukannya.
”Dan seperti arahan Pak Wakil Bupati tadi, masyarakat dapat menggunakan BBM sesuai dengan kepentingannya dan tidak melakukan jual beli kembali ataupun penggunaan di luar kendaraan tersebut,” tutur Rafli.
Peninjauan bersama ini diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai kondisi penyaluran BBM di lapangan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan Pertamina dalam menjaga ketersediaan BBM serta mengatur pola pelayanan di SPBU Kabupaten Belitung. (Narasi : AL / Editor : Arlan)
