BPS Belitung Catat Data IHK Bulan September Alami Inflasi Sebesar 1,89 Persen
Tanjungpandan, Diskominfo Belitung – Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung merilis data perkembangan Indek Harga Konsumen (IHK) di Tanjungpandan. Rilis ini disampaikan pada Kamis (1/10/2026) di ruang rapat kantor BPS Kabupaten Belitung.
Kepala BPS Kabupaten Belitung Baiq Kurniawati, SST., M.Ak. menjabarkan bahwa pada bulan September 2026 ini, wilayah Tanjungpandan mengalami inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 1,89 persen, inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 5,01 persen, serta inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 3,91 persen.
“Penyumbang utama inflasi September 2026 secara year-on-year maupun month-to-month berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Baiq menyampaikan bahwa berdasarkan series perkembangan inflasi Tanjungpandan, angka inflasi pada September 2026 tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada Agustus 2026 bahkan tertinggi sejak Januari 2024.
Beliau juga menambahkan bahwa seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini mengalami inflasi pada periode September 2026.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Belitung Meltalia, S.E., menyampaikan bahwa data inflasi yang dirilis BPS Kabupaten Belitung tidak hanya menunjukkan angka statistik tetapi juga menggambarkan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Tentunya data yang disampaikan BPS Kabupaten Belitung di balik angka inflasi terdapat kondisi nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Melta.
Perkembangan harga yang terjadi tentu menjadi perhatian bagi pemerintah, pelaku usaha maupun masyarakat. Hal tersebut menjadi semakin penting mengingat Kabupaten Belitung memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas harga sehingga perlu sinergi bersama.
“Kabupaten Belitung memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas harga. Sebagian kebutuhan masyarakat masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Kelancaran distribusi, biaya transportasi dan kondisi cuaca, ketersediaan stok serta perkembangan permintaan masyarakat merupakan bagian yang perlu kita perhatikan secara bersama,” tambah Melta.
Pemkab Beitung juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi yang bijak dengan berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan dengan harapan dapat menjaga keseimbangan permintaan dan ketersediaan barang di masyarakat. (Narasi : Nia / Editor : Arlan)
