BPBD Belitung Edukasi Rawan Bencana Ke 150 Siswa dan Guru di Belitung
Tanjungpandan, Diskominfo Belitung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung menggelar Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Kabupaten Belitung Tahun 2026, Rabu (2/9/2026), di Gedung H. Ishak Zainudin, Belitung.
Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Pencegahan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Bencana” tersebut diikuti 150 peserta yang terdiri atas pelajar SMP dan SMA serta guru SMP dan SMA se-Kecamatan Tanjungpandan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung, Zainal Harison, menyebut bahwa pengetahuan masyarakat mengenai kebencanaan saat ini masih lebih banyak berfokus pada kegiatan pascabencana, dibandingkan dengan upaya yang dilakukan sebelum bencana terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perubahan paradigma dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kebencanaan.
“Pengetahuan kebencanaan masyarakat saat ini lebih banyak pada kegiatan pascabencana berupa emergency response dan recovery daripada kegiatan sebelum bencana. Paradigma tersebut harus kita diubah sehingga kita dapat mereduksi potensi bahaya atau kerugian yang mungkin timbul untuk pengurangan risiko bencana,” ucap Zainal.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung, Paryanta mendorong seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan motivasi dalam membangun dan menyempurnakan sistem kesiapsiagaan bencana. Ia berharap sinergitas antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna meminimalisir potensi terjadinya bencana.
“Dengan kegiatan tersebut, kita dapat meningkatkan motivasi seluruh masyarakat dalam membangun dan menyempurnakan sistem kesiapsiagaan. Semoga sinergitas bersama dapat mendukung upaya meminimalisir ruang terjadinya bencana,” pungkas Paryanta.
Paryanta juga menyebut bahwa penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara komprehensif, mulai dari upaya pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Jangan sampai kita baru bergerak setelah bencana terjadi. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini. Dengan kesiapan yang baik, kita dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana,” tutur Paryanta.
Melalui kegiatan ini, keterlibatan pelajar dan guru diharapkan mampu memperkuat penyebarluasan informasi kebencanaan di lingkungan sekolah dan keluarga, sehingga masyarakat Kabupaten Belitung semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana. (Narasi : AL / Editor : Arlan)
