Badan Kesbangpol Matangkan Persiapan Karnaval Budaya 2026

Badan Kesbangpol Matangkan Persiapan Karnaval Budaya 2026

Tanjungpandan, Diskominfo Belitung – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Belitung menggelar rapat teknis guna mematangkan persiapan pelaksanaan Karnaval Budaya yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 mendatang. Rapat tersebut membahas kesiapan setiap aspek dalam penyelenggaraan kegiatan, Rabu (14/10/2026) di Ruang Rapat Pemkab Belitung.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Belitung, Robert Harison menyebut bahwa bahwa Karnaval Budaya memiliki konsep yang berbeda dengan pawai pada umumnya. Menurutnya, kegiatan ini lebih mengedepankan suasana ceria, kebahagiaan, dan kegembiraan, sekaligus memberikan ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

“Karena kita ini adalah karnaval, perbedaan dengan pawai itu bahwa karnaval orientasinya bukan keteraturan, baris-berbaris. Tapi karnaval ini adalah membangun keceriaan, kebahagiaan, kegembiraan agar peserta nanti bisa mengekspresikan diri untuk menghibur kita semua, menghibur penonton, menghibur sesama peserta dan lain-lain,” ucap Robert.

Robert menjelaskan, keberhasilan Karnaval Budaya tidak semata-mata diukur dari aspek penilaian maupun penentuan pemenang, melainkan dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu menghadirkan kebahagiaan dan melibatkan masyarakat secara luas.

“Jadi fokus kita bukan pada penjurian, bukan pada siapa yang juara, tapi bagaimana ini bisa membahagiakan seluruh masyarakat yang ada dan partisipasi dari seluruh, baik peserta maupun penonton,” pungkas Robert.

Dalam pelaksanaannya, panitia memberikan keleluasaan kepada para peserta untuk menampilkan kreativitas dan ekspresi masing-masing, khususnya saat berada di depan panggung kehormatan. Meski demikian, Robert menegaskan bahwa penampilan peserta tetap harus memperhatikan ketentuan yang berlaku.

“Kami memberikan keleluasaan kepada peserta untuk mengekspresikan apa yang akan ditampilkan di depan panggung kehormatan, namun tidak menyinggung unsur SARA dan LGBT,” tegas Robert.

Selain itu, Robert juga menyampaikan harapannya agar seluruh pihak yang terlibat dapat terus memperkuat koordinasi dan bekerja sama demi kelancaran pelaksanaan kegiatan. Bagi dirinya, dukungan dari seluruh unsur, baik penyelenggara, peserta, maupun masyarakat, dinilai menjadi bagian penting dalam menyukseskan Karnaval Budaya tersebut.

“Kami harapkan dengan segala kerendahan hati kepada seluruh pihak yang sudah terlibat dalam kegiatan ini, kami mohon partisipasi dan kerjasamanya agar acara ini berjalan dengan lancar,” tutur Robert.

Adapun pelaksanaan karnaval budaya Kabupaten Belitung pada 24 Oktober 2026 mendatang, dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Titik start kegiatan dipusatkan di GOR Tanjungpandan, sedangkan panggung kehormatan akan ditempatkan di depan Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Belitung. (Narasi : AL / Editor : Arlan)